Sunday, October 12, 2014

Types of Translation


According to Larson (1984: 15)
Translation is classified into two main types, namely form-based translation and meaning-based translation. 

Menurut Larson (1984 : 15)
Terjemahan dibagi menjadi 2 jenis utama, yaitu form-based translation (terjemahan berdasarkan bentuk bahasa) dan meaning-based translation (terjemahan berdasarkan makna).

Forms-based translation attempts to follow the form of the source language (SL) and it is known as literal translation.  

Terjemahan berdasarkan bentuk bahasa mencoba mengikuti bentuk bahasa sumber dan jenis terjemahan ini dikenal dengan terjemahan literal.

 Meaning-based translation makes every effort to communicate the meaning of the SL text in the natural forms of the receptor language. Such translation is called idiomatic translation.
 
Terjemahan berdasarkan makna berusaha untuk menyampaikan makna bahasa sumber ke dalam bentuk alamiah bahasa penerima. Jenis terjemahan ini disebut terjemahan idiomatik.

According to Catford (1978: 21)
Based on the extent, the types of translation are:
1) Full translation, it is a type of translation in which the entire SL text is reproduced by the TL text materials.
2) Partial translation, there are only some parts of the SL text to be translated into the TL text.

Menurut Catford (1978: 21)
Berdasarkan luasnya, jenis terjemahan adalah :
1. Terjemahan penuh/utuh, adalah jenis terjemahan di mana keseluruhan teks bahasa sumbernya diterjemahkan ulang ke dalam pesan teks bahasa sasaran.
2. Terjemahan sebagian/tidak penuh hanyalah menerjemahkan separuh teks ke dalam bahasa sasaran

In terms of level, the types of translation are:
1) Total translation, the TL material replaces all levels of the SL text.
2) Restricted translation, it is the replacement of SL textual material with equivalent TL material at only one level; whether at the phonological level, graphological level, or at the level of grammar and lexis.

Dalam hal tingkatan, jenis terjemahan adalah :
1. Total translation, pesan bahasa sasaran menggantikan seluruh tingkatan pada teks bahasa sumber.
2. Restricted translation, penggantian pesan bahasa sumber dengan pesan bahasa sasaran yang sepadan hanya dalam satu tingkatan saja; apakah dalam tingkat yang berkaitan dengan fonologi, grafologi, atau tata bahasa dan kosa kata.

 In terms of rank, translation is divided into:
1) Rank-bound translation, it means that the selection of TL text equivalent is limited at only one rank, such as word-for-word equivalence, morpheme-for-morpheme equivalence, etc.
2)  Unbounded translation, it can move freely up and down the rank-scale.

Dalam hal kedudukan, terjemahan dibagi menjadi :
1. Rank-bound translation, maksudnya, pemilihan kesepadanan pesan bahasa saasaran terbatas hanya pada satu kedudukan, misalnya kesepadanan kata, morfem, dll
2. Unbounded translation, terjemahan ini memungkinkan kita untuk menerjemahkan secara bebas, tidak hanya satu kedudukan saja.

According to Brislin in Choliludin (2007: 26-30)
Based on the purposes of translation:
1) Pragmatic translation: it refers to the translation of a message with an interest in accuracy of the information that was meant to be conveyed in the SL form and it is not conveyed with other aspects of the original language version. Example: the translation of the information about repairing a machine.

Menurut Brislin dalam Choliludin (2007: 26-30)
Berdasarkan tujuan penerjemahan :
1. Pragmatic translation : terjemahan ini mengacu pada terjemahan dengan keakuratan informasi yang dimaksudkan untuk disampaikan dalam bentuk bahasa sumber dan tidak disampaikan dengan aspek lain dari versi bahasa aslinya. Contoh : terjemahan informasi tentang memperbaiki mesin.

2) Aesthetic-poetic translation: it refers to translation in which the translator takes into account the affect, emotion, and feeling of an original version, the aesthetic form used by the original author, as well as any information in the message. Example: the translation of sonnet, rhyme, heroic couplet, dramatic dialogue, and novel.

2. Aesthetic-poetic translation : terjemahan ini mengacu pada terjemahan di mana penerjemah mempertimbangkan emosi dan perasaan pada versi asli,  bentuk estetis yang digunakan pengarang aslinya, serta informasi dalam pesan. Contoh : terjemahan soneta, sajak, bait heroik, dialog dramatis, dan novel.

3) Ethnographic translation: its purpose is to explicate the cultural context of the SL and TL versions. Translators have to be sensitive to the way words are used and must know how the word fits into cultures. Example: the use of the word ‘yes’ versus ‘yeah’ in America.

3. Ethnographic translation : tujuan dari terjemahan ini adalah untuk menjelaskan secara lengkap versi bahasa sumber dan bahasa target. Penerjemah harus peka dengan bagaimana sebuah kata digunakan dan harus mengtahui kata yang sesuai dengan budaya. Contoh : penggunaan kata ‘yes’ dan ‘yeah’ di Amerika.

4) Linguistic translation: is concerned with equivalent meanings of the constituent morphemes of the SL and grammatical form. Example: language in a computer program and translation machine.

4. Linguistic translation : terjemahan ini berkaitan dengan makna yang sepadan dari bagian morfem bahasa sumber dan bentuk tata bahasa. Contoh : bahasa dalam program komputer dan mesin penerjemahan.

According to Jacobson in Leonardi (2000)
1) Intralingual translation (monolingual translation)
2) Interlingual translation (bilingual or multilingual translation)
3) Intersemiotic translation (verbal sign into non-verbal sign)

Menurut Jacobson dalam Leonardi (2000)
1. Intralingual translation (terjemahan monolingual)
2. Interlingual translation (terjemahan bilingual atau multilingual)
3. Intersemiotic translation (terjemahan lisan menjadi non lisan)

Intralingual translation refers to a translation in which verbal signs are interpreted by means of other signs of the same language. It happens within the same language (monolingual)

Intralingual translation mengacu pada terjemahan dimana tanda lisan diterjemahkan dengan menggunakan tanda lain dalam bahasa yang sama. Hal ini terjadi dalam bahasa yang sama (monolingual)

Interlingual translation is the one which refers to different languages whether it is bilingual or multilingual.

Interlingual translation adalah terjemahan yang mengacu pada bahasa yang berbeda, baik bilingual maupun multilingual.

Intersemiotic translation refers to an interpretation of verbal signs by means of other signs of non-verbal sign systems.

Intersemiotic translation adalah terjemahan yang mengacu pada interpretasi tanda verbal dengan menggunakan tanda lain dalam sistem tanda non verbal.

0 comments:

Post a Comment